"Beri Tenggang Waktu Bulan Ini, Bupati Sidoarjo Ancam Bongkar Paksa Bangunan Liar dan Jembatan di Atas Sungai Gedangan–Bentro!"

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

SIDOARJO,(PojokTv.com)– Bupati Sidoarjo, Subandi, SH., M.Kn., melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada pengerjaan proyek betonisasi dan pelebaran jalan ruas Gedangan menuju Bentro, Senin (12/10/2026). Proyek sepanjang 947 meter dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp23 miliar tersebut disidak guna memastikan kualitas fisik jalan serta kelancaran sistem drainase di sekitarnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Bupati Subandi didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Muhammad Mahmud, beserta tim pengawas dan kontraktor pelaksana.
Tekankan Normalisasi Sungai dan Sterilisasi Bahu Jalan
Bupati Subandi menegaskan, pengucuran anggaran besar senilai Rp23 miliar harus berdampak secara menyeluruh. Selain memperkuat struktur jalan, pengerjaan proyek ini wajib diintegrasikan dengan normalisasi sungai di sepanjang jalur pengerjaan agar masalah banjir tahunan tidak kembali berulang.
"Anggaran jalan ini menelan kurang lebih Rp23 miliar. Kita minta pengerjaan ini sekalian menyentuh masalah pengairan dan sungai. Jangan sampai jalannya sudah bagus, tapi normalisasinya tidak jalan," ujar Subandi di lokasi pengerjaan.
Warga Diimbau Kesadaran, Pemkab Beri Tenggang Waktu Pembongkaran Mandiri
Guna mengoptimalkan proses normalisasi, Bupati Subandi meminta peran aktif masyarakat di sepanjang aliran sungai Gedangan hingga Desa Bentro untuk membantu pemerintah. Salah satu langkah krusial yang ditegaskan adalah pembongkaran jembatan dan bangunan liar secara mandiri.
Pasalnya, keberadaan jembatan swadaya dan bangunan di atas saluran air sangat menyulitkan alat berat milik Dinas PU BM-SDA saat mengeruk sedimen sungai. Jika dibiarkan, hambatan ini berpotensi memicu luapan air ke permukiman warga saat curah hujan tinggi.
Subandi memberikan batas waktu hingga akhir bulan ini bagi warga untuk mensterilkan area di atas sungai secara penuh.
"Kami minta masyarakat bergotong-royong membantu. Jembatan dan bangunan liar di atas sungai harus dibongkar karena mengganggu alat berat saat normalisasi. Jika dalam bulan ini tidak dibongkar sendiri oleh warga, maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas berupa pembongkaran paksa demi kepentingan umum," tegas Bupati Subandi.
Atasi Deviasi Proyek dan Percepat Pemindahan Kabel Utilitas
Mengenai progres pengerjaan fisik jalan, proyek betonisasi ini telah mencatatkan realisasi sekitar 37,78 persen dengan catatan deviasi sebesar 9,3 persen dari target perencanaan.
Untuk mengejar ketertinggalan dan mencapai target tuntas pada Desember 2026 mendatang, Pemkab Sidoarjo menginstruksikan percepatan teknis di lapangan, termasuk penambahan jam kerja (shift malam) serta penambahan armada operasional.
Bupati Subandi juga meminta pihak-pihak terkait untuk segera merelokasi tiang serta kabel optik PLN dan fasilitas umum lain yang masih menghambat area pengerjaan.
"Saya minta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pengawas, dan kontraktor melakukan evaluasi secara berkala setiap minggu. Utilitas kabel optik dan lampu harus segera dipindahkan. Jangan sampai ada keterlambatan pengerjaan apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan," pungkasnya.
Terkait temuan struktur tembok penyangga yang tampak miring di lokasi pengerjaan, pihak dinas teknis mengonfirmasi bahwa hal tersebut telah sesuai dengan rancangan perencanaan struktur bangunan penguat di area tersebut.

