PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

​Antisipasi Panic Buying, Polres Malang Pangkas Potensi Kelangkaan BBM di SPBU

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Iwan Said•Senin, 19 Oktober 2026 | 03:23 WIB•77 kali dibaca
Polres Malang memperketat pengawasan stok dan distribusi BBM di sejumlah SPBU Kabupaten Malang untuk mencegah antrean panjang dan kecurangan.

​MALANG,(PojokTv.com) – Kepolisian Resor (Polres) Malang memperketat pemantauan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejmlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Malang. Langkah krusial ini diambil guna mengantisipasi penumpukan antrean, mencegah fenomena panic buying, serta memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

​Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, turun langsung mengecek kondisi operasional di lapangan. Pengawasan ini dilaksanakan secara sinergis bersama Pemkab Malang dan pihak Pertamina.

​"Kami terus memantau ketersediaan stok serta berkoordinasi intensif dengan Pertamina dan pemerintah daerah agar distribusi BBM berjalan lancar," tegas AKBP Rulian Syauri, Senin (19/10/2026).

​Rincian Ketersediaan Stok BBM di Lapangan

​Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) di SPBU 54.651.11 Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kepanjen, pada Minggu (18/10/2026) malam, tercatat ketersediaan pasokan sebagai berikut:

  • ​Pertalite: 5.000 liter
  • ​Solar: 2.000 liter
  • ​Pertamax: 2.000 liter
  • ​Pertamina Dex: 1.400 liter

​Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Pakisaji, ketersediaan Pertalite terpantau melimpah:

  • ​SPBU Pepen: 15.854 liter
  • ​SPBU Pakisaji: 22.499 liter
  • ​SPBU Genengan: 8.212 liter

​Meski demikian, petugas mencatat beberapa jenis varian BBM lainnya mengalami kekosongan (nihil) pada saat pengecekan dilakukan.

​Imbauan dan Ancaman Sanksi Penimbunan

​Guna menjaga kondusivitas, Kapolres Malang mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau terprovokasi isu liar. Pembelian BBM secara konsumtif berisiko memperpanjang antrean dan merugikan pengendara lain.

​"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian saja. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi, kami pastikan akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," pungkas Rulian.

​Kepolisian bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mengawal pola penyaluran BBM hingga distribusi di seluruh wilayah Kabupaten Malang kembali stabil dan tertib.