Ancaman Cuaca Ekstrem Intai Kota Batu, 150 Personel Gabungan Disiagakan

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

BATU,(PojokTv.com)- Ancaman bencana hidrometeorologi di Kota Batu terus menunjukkan tren peningkatan tajam. Berdasarkan data Polres Batu, grafik kejadian bencana di wilayah hukumnya melonjak dari 73 kasus pada 2025 menjadi 122 kasus pada 2026. Dominasi tanah longsor (52 kasus), angin kencang/puting beliung (39 kasus), serta karhutla dan banjir memaksa jajaran Pemkot Batu dan Forkopimda bersiap ekstra ketat.
Merespons potensi cuaca ekstrem pada transisi musim kemarau ke penghujan ini, Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2026/2027 digelar di Lapangan Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Rabu (4/11/2026) pagi.
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa menegaskan bahwa lonjakan data tersebut merupakan sinyal penting bahwa kesiapsiagaan sistem tak bisa lagi ditawar.
"Ancaman bencana bukan hanya soal jumlah, tetapi soal kesiapan sistem, sinergi antarinstansi, dan partisipasi aktif masyarakat," tegas AKBP Panji di hadapan 150 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Pemkot Batu, hingga relawan (Orari, Rapi, Senkom, dan Tagana).
Sebagai strategi utama penanganan, Kapolres menekankan pengaktifan kembali Desa Tangguh Bencana (Destana) serta memaparkan lima instruksi krusial:
- Pemetaan Presisi (Mapping): Menyisir titik rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang hingga level desa/kelurahan.
- Mitigasi Efektif: Langkah preventif cepat guna melindungi warga dan obyek vital.
- Kesiapan Sarpras: Memastikan personel dan alat berat dalam status ready to use.
- Jalur Evakuasi Terkoordinasi: Sosialisasi rute aman dan lokasi pengungsian layak.
- SOP & Komando Solid: Pembagian peran (who does what) yang jelas antarsektoral.
Hadir dalam apel tersebut Wali Kota Batu H. Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Sutanto, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah.
Selain kesiapan internal, Pemkot Batu dan Polres Batu juga memperkuat sinergi lintas daerah dengan Pemkab Malang dan BPBD setempat, termasuk menyiagakan alat berat di jalur-jalur rawan longsor demi menjamin respons cepat tanggap darurat.

