3 MINGGU TAK TERIMA JATAH MBG, SMK THORIQUL ULUM LAMONGAN SIAP TOLAK PENGIRIMAN SUSULAN

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
LAMONGAN (pojoktv.com) – Sudah hampir tiga minggu SMK Thoriqul Ulum yang berlokasi di Desa Made, Kecamatan Lamongan Kota, tidak menerima jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Kondisi ini memicu kekecewaan dari pihak sekolah maupun para siswa.
Keterlambatan pengiriman MBG ini terjadi dalam dua gelombang. Tahap pertama terjadi pada rentang 30 Agustus hingga 1 September. Sementara untuk tahap kedua, pasokan MBG terhenti total sejak 5 September 2026 hingga saat ini tanpa adanya pemberitahuan atau kejelasan resmi dari pihak penyelenggara.
Sefa Tasya Nur, salah satu siswa kelas X, mengungkapkan bahwa para siswa sudah merasa terbiasa dengan ketiadaan pasokan tersebut. Selain karena pengiriman yang tersendat, para siswa juga mengeluhkan cita rasa serta kualitas menu masakan dari unit SPPG Sumberjo yang dinilai kurang cocok.
"Para siswa sepakat untuk menolak jika nanti diberi jatah MBG lagi dari SPPG Sumberjo," ujar Sefa.
Di sisi lain, pihak sekolah juga menyayangkan tidak adanya ruang dialog untuk pemindahan dapur penyedia SPPG, padahal evaluasi kualitas dan ketepatan distribusi sangat dibutuhkan.
Kepala SMK Thoriqul Ulum, Alif Abdul Haris, menegaskan bahwa pihak sekolah bersama seluruh siswa telah sepakat untuk menolak kelanjutan program MBG jika skema penyaluran dan kualitas menu tidak mengalami perbaikan signifikan. Sikap ini diambil demi kepastian serta kenyamanan kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah.

