PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

SIDOARJO SEPAKATI DEKLARASI PENGELOLAAN MANGROVE BERKELANJUTAN DI UNIVERSITAS INDONESIA

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto Primadi•Senin, 10 Agustus 2026 | 09:29 WIB•150 kali dibaca

SIDOARJO ,POJOKTV.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempertegas komitmennya dalam memperkuat taraf ekonomi dan kemandirian masyarakat pesisir. Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota Pantura Jawa, Pemkab Sidoarjo menyepakati langkah strategis pengelolaan ekosistem mangrove yang berfokus pada keberlanjutan dan nilai ekonomi bernilai tambah.

​Konsensus tersebut ditandai melalui pembacaan deklarasi bersama dalam rangkaian Simposium Mangrove untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon Mangrove yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia, Senin (10/8/2026).

​Langkah kolaboratif ini dirancang untuk mengintegrasikan potensi ekologis dan ekonomis, sekaligus membuka peluang pemanfaatan instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) guna meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

​Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa peranan vegetasi mangrove telah bergeser dari sekadar proteksi lingkungan fisik menjadi penggerak struktur ekonomi baru.

​"Melalui deklarasi ini kami berkomitmen menjadikan pengelolaan ekosistem mangrove sebagai fondasi pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan," ujar Subandi.

​5 Poin Utama Komitmen Deklarasi

​Dalam kesepakatan lintas daerah tersebut, dirumuskan lima pilar aksi utama:

  1. ​Pemberdayaan Inklusif dan Partisipatif Meliputi pendataan kelompok sasaran, pemetaan potensi wilayah, peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, serta penempatan masyarakat sebagai aktor utama pelestarian.
  2. ​Pengembangan Ekonomi Berbasis Mangrove Optimalisasi skema silvofishery, perikanan berkelanjutan, diversifikasi produk olahan laut, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), ekowisata, hingga penguatan daya saing UMKM lokal.
  3. ​Penguatan Kelembagaan Ekonomi Lokal Peningkatan peran koperasi, kelompok usaha, dan BUM Desa/BUM Desa Bersama dalam memperluas akses pembiayaan, kemitraan strategis, serta tata kelola profesional.
  4. ​Sinergi Multipihak (Hexa-Helix) Penguatan intervensi kebijakan, riset akademis, komitmen investasi, akses teknologi, dan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL/CSR) korporasi.
  5. ​Penyusunan Rencana Aksi Terukur Penetapan zona prioritas, pemetaan penerima manfaat, penyusunan indikator kinerja utama (KPI), serta skema evaluasi berkala.

​Melalui integrasi program ini, Pemkab Sidoarjo memproyeksikan ekosistem mangrove tidak hanya berfungsi sebagai benteng abrasi, tetapi juga sebagai aset ekonomi produktif yang mampu menopang ketahanan ekonomi daerah secara jangka panjang.