Lumpuhkan Jalur Logistik, GAPIBER Gelar Aksi Damai 3 Hari Tuntut Solusi Kemacetan Pelabuhan Ketapang

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
BANYUWANGI,(PojokTv.com)– Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER) menggelar aksi demonstrasi damai selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (14–16/10/2026). Langkah ini ditempuh guna menuntut solusi permanen atas krisis kemacetan kronis di kawasan Pelabuhan PT ASDP Ketapang dan Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Massa memusatkan titik kumpul di Sukowidi dan RTH Kedayunan sebelum bergerak menuju Kantor Pemkab serta DPRD Kabupaten Banyuwangi.
Koordinator Aksi, Desnin Qori Trimalasari, mengungkapkan "sebanyak 100 armada yang terdiri dari truk fuso, pikap, hingga kendaraan logistik diterjunkan dalam aksi ini. Aksi dipastikan berlanjut hingga tuntutan dipenuhi oleh pihak terkait.
GAPIBER menilai kemacetan parah yang berulang tidak hanya merugikan para pengemudi akibat keterlambatan distribusi barang, tetapi juga melumpuhkan roda ekonomi masyarakat Banyuwangi secara luas.
Berikut lima poin tuntutan utama yang diusung massa GAPIBER:
- Permohonan Maaf Terbuka Dirut PT ASDP: Menuntut Dirut PT ASDP meminta maaf secara terbuka atas pernyataan yang menyudutkan sopir sebagai pemicu kemacetan hingga 6 jam.
- Solusi Permanen Kemacetan: Mendesak PT ASDP beserta pemerintah daerah dan pusat mengambil langkah konkret guna menghentikan krisis kemacetan yang terus berulang.
- Ketepatan Waktu Bongkar Muat: Meminta evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi dan ketepatan waktu proses bongkar muat kapal.
- Penertiban Oknum dan Pungli: Mendesak tindakan tegas terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) maupun keterlibatan oknum non-petugas di area pelabuhan.
- Peningkatan Infrastruktur: Menuntut percepatan pembangunan dermaga baru dan kantong parkir penampungan (holding zone), serta peningkatan profesionalisme pemangku kepentingan.
Pihak GAPIBER turut mengimbau para pemilik pabrik, pengusaha ekspedisi, dan pemilik armada untuk saling bahu-membahu mendukung gerakan ini demi perbaikan sistem logistik nasional.
Guna mengantisipasi kemacetan di sepanjang rute unjuk rasa dan titik kumpul massa, pengguna jalan diimbau memantau arahan rekayasa lalu lintas dari kepolisian setempat


