PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

GUBERNUR KHOFIFAH AJAK PERKUAT GERAKAN KOLABORASI JAGA SUNGAI SEBAGAI INVESTASI MASA DEPAN

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiSenin, 27 Juli 2026 | 13:01 WIB124 kali dibaca

Peringatan Hari Sungai Nasional 2026, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Gerakan Kolaboratif Jaga Sungai sebagai Investasi Masa Depan

POJOKTV.COM– Dalam rangka Hari Sungai Masional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan kolaboratif dalam menjaga dan memulihkan sungai sebagai investasi bagi keberlanjutan kehidupan dan pembangunan. Terlebih, pelestarian sungai tidak dapat lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah dalam momentum Hari Sungai Nasional 2026 yang diperingati pada Senin (27/7) dengan mengusung tema "Merawat Sungai, Memulihkan Kehidupan." Gubernur Khofifah menegaskan, sungai merupakan penyangga kehidupan yang memiliki peran vital bagi ketahanan pangan, penyediaan air bersih, keberlanjutan ekosistem, hingga penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun di sisi lain, lanjutnya, sungai kini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari pencemaran, penumpukan sampah, kerusakan lingkungan, hingga tekanan akibat aktivitas manusia. "Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan. Karena itu, upaya pemulihan dan pelestarian sungai harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar sungai tetap menjadi sumber kehidupan yang terjaga," ujarnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah merinci sungai yang dimiliki Provinsi Jawa Timur yang berkontribusi terhadap penyediaan air baku, irigasi pertanian, industri, serta pengendalian banjir, berikut daftar sungai paling strategis di Jawa Timur: Sungai Brantas (dan cabang utamanya: Kali Mas & Kali Porong); Sungai Bengawan Solo (serta anak sungainya Kali Madiun); Sungai Sampean (Situbondo/Bondowoso); Sungai Bondoyudo & Bedadung (Lumajang & Jember); Sungai Rejoso & Welang (Pasuruan).

Maka dari itu, Khofifah menekankan, Hari Sungai Nasional harus menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan sungai menentukan kualitas hidup masyarakat hari ini maupun generasi mendatang.

"Selama peradaban manusia berlangsung, sungai senantiasa menjadi sumber kehidupan yang menopang ketahanan pangan dan mendukung perekonomian. Tapi seiring berjalannya waktu, kita memiliki tantangan berat seperti kerusakan lingkungan dan penumpukan sampah yang akhirnya mencemari sungai," ungkapnya.