TIM SAR BERHASIL EVAKUASI DUA ABK KAPAL HAMDAN TEWAS MENGHIRUP GAS BERACUN DI RUANG TERTUTUP

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Foto: Istimewa Kantor SAR
Dua ABK Kapal Hamdan 1 Meninggal Akibat Gas Beracun di Palka, Tim SAR Terapkan Prosedur Ketat Saat Evakuasi
SURABAYA,POJOKTV.COM- Tim gabungan Kantor SAR Kelas A Surabaya berhasil mengevakuasi dua awak kapal yang meninggal dunia di dalam palka KM Hamdan 1 pada Sabtu (8/8) dini hari. Kedua korban diduga tewas akibat terhirup gas beracun saat memeriksa ruang terbatas tersebut pada Jumat (7/8) malam. Kedua awak kapal tersebut teridentifikasi bernama Rarvan S.S. (20) dan Iwan (43).
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan kejadian. Setibanya di lokasi, tim melakukan penilai awal (assessment) secara menyeluruh karena palka kapal tergolong ruang terbatas (confined space) yang berisiko tinggi mengandung gas berbahaya.
Sebelum menurunkan personel, petugas mengukur kadar gas dan menghembuskan udara segar ke dalam palka menggunakan mesin blower. Setelah kondisi dinyatakan aman, seorang rescuer diturunkan ke palka menggunakan teknik lowering berbasis sistem tali.
Untuk mengantisipasi bahaya sisa udara beracun, petugas dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA). Alat penunjang pernapasan mandiri ini sangat krusial untuk menjamin pasokan oksigen bersih serta melindungi tim dari gas tak berbau maupun tak kasat mata.
Di dasar palka, petugas memasang sistem tali pengikat pada tubuh kedua korban. Demi mengutamakan keselamatan anggota, rescuer ditarik kembali ke permukaan terlebih dahulu sebelum proses pengangkatan jenazah dilakukan secara bergantian.
Jenazah Rarvan berhasil dievakuasi pada pukul 00.42 WIB, sedangkan jenazah Iwan berhasil diangkat pada pukul 00.56 WIB.
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Candra Kristyawan, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian proses evakuasi berjalan lancar dan aman walau menghadapi medan yang tinggi risiko.
"Tantangan utama di lapangan adalah paparan gas beracun yang masih cukup pekat di dalam ruang palka," jelas Candra.
Seusai evakuasi, kedua jenazah langsung dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan medis dan visum lebih lanjut. Operasi SAR ini turut melibatkan unsur terkait, seperti BPBD Kabupaten Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Satpolairud Polres Gresik, Polsek Kawasan, KSOP, dan Pelindo.

