PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pendidikan/Detail Berita

RAJA BRAWIJAYA 2026 DIMULAI, UB PERKUAT ISU KESEHATAN MENTAL, AI HINGGA WAWASAN GLOBAL

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: M Nizam Putra R.Selasa, 11 Agustus 2026 | 03:08 WIB180 kali dibaca

MALANG, PojokTV.Com — Universitas Brawijaya (UB) kembali menyambut mahasiswa baru melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) RAJA Brawijaya 2026.

Mengusung tema “Gelora Brawijaya: Membentuk Generasi Transformatif yang Inklusif, Inovatif, Berwawasan Global, dan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045”, rangkaian RAJA Brawijaya tingkat universitas berlangsung pada 10–12 Agustus 2026, sebelum dilanjutkan dengan kegiatan di tingkat fakultas pada 13–15 Agustus 2026.

RAJA Brawijaya 2026 tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi momentum bagi UB untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun kesiapan mahasiswa dalam menjalani kehidupan perkuliahan.

Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2026, Daffa Yasa Pratama, menyebut terdapat sejumlah pembaruan dalam penyelenggaraan tahun ini. Lima isu utama yang diangkat meliputi kesehatan mental dan anti kekerasan seksual, inklusivitas, perspektif global, kecerdasan artifisial (AI) dan digitalisasi, serta keberlanjutan.

Konsep RAJA Brawijaya 2026 juga diarahkan menuju penyelenggaraan world class university orientation. Penguatan perspektif global dilakukan melalui keterlibatan mahasiswa internasional dari berbagai negara dalam rangkaian kegiatan, sehingga mahasiswa baru dapat memperoleh pengalaman yang lebih beragam sekaligus mengenal lingkungan akademik UB yang semakin terhubung dengan komunitas global.

Dari sisi teknologi, panitia juga mengembangkan sistem pengelolaan kepanitiaan secara digital melalui Integrated System Manajerial RAJA Brawijaya. Mahasiswa baru turut dibekali aplikasi dengan sejumlah fitur pendukung, termasuk Maps dan AI Assistant, untuk membantu memperoleh informasi selama mengikuti rangkaian PKKMB.

Selain penguatan teknologi, perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa baru juga menjadi bagian dari pendekatan edukatif dan preventif. Upaya tersebut dilakukan melalui screening kesehatan mental saat pengambilan jas almamater, kampanye digital, serta penyediaan konseling selama rangkaian RAJA Brawijaya.

Melalui RAJA Brawijaya 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia perkuliahan, tetapi juga mampu mengembangkan diri, beradaptasi dengan perubahan, terbuka terhadap keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan.

(Humas UB/PojokTV)