PULUHAN PETUGAS KERAHKAN TENAGA PEMADAMAN KEBAKARAN HUTAN DI BROMO

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Kebakaran Hutan di Bromo,Bukit Teletubbies masih aman
PROBOLINGGO, POJOKTV.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Titik api yang melahap area tebing perbatasan antara Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang tersebut hingga kini masih dalam proses pemadaman intensif oleh tim gabungan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pantauan sistem Sipongi, titik api terdeteksi secara administratif masuk wilayah Desa Sariwani, Kabupaten Probolinggo, tepatnya di area perbatasan.
"Untuk wilayah yang terbakar, separuh bagian atas masuk Kabupaten Lumajang, sedangkan bagian bawah masuk wilayah Probolinggo. Awalnya api muncul dari arah atas wilayah Lumajang, namun merambat ke bawah hingga menjadi satu kawasan kebakaran," terang Oemar.
Sejak informasi diterima, pihak BPBD langsung berkoordinasi dengan Balai Besar TNBTS, TNI-Polri (Koramil dan Polsek setempat), serta jajaran terkait. Penyiapan personel bahkan telah disiagakan di kawasan Cemorolawang sejak malam hari.
Upaya pemadaman dipfokuskan dari bagian atas tebing. Meski sempat mengecil, kobaran api kembali membesar dan meluas pada pagi hari akibat hembusan angin.
Guna memutus rantai penyebaran api, tim di lapangan kini berfokus membuat sekat bakar (firebreak) di sejumlah titik strategis.
"Kegiatan pembuataan sekat bakar dan pemantauan ini dipimpin langsung oleh rekan-rekan TNBTS agar kobaran api tidak kian merembet," tambah Oemar.
Ia juga memastikan bahwa area wisata populer seperti Lembah Watangan (Bukit Teletubbies) hingga saat ini masih terpantau aman karena posisi api masih terisolasi di area tebing curam.
Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengungkapkan bahwa lebih dari 50 personel gabungan dari unsur TNBTS, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat sekitar telah dikerahkan ke titik lokasi.
Mengenai pemicu kebakaran, Rudijanta menegaskan pihak otoritas masih melakukan penyelidikan mendalam.
"Kami belum dapat memastikan sumber awal api. Fokus utama saat ini adalah pemadaman total dan pengamanan kawasan. Kami mengimbau keras kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan tindakan berisiko, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat perapian di dalam kawasan hutan, terlebih pada musim kemarau ini," imbaunya.

