KEREN! 13 PEJUANG WISATA JATIM NOMINATOR WONDERFUL INDONESIA AWARD 2026

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
PojokTV.com - Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata Jawa Timur di tingkat nasional. Sebanyak 13 pejuang pariwisata asal Bumi Majapahit berhasil lolos masuk ke dalam 50 besar kandidat terbaik Wonderful Indonesia Award 2026. Prestasi ini menjadi angin segar bagi upaya pemulihan dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas di akar rumput.
Dirilis dari akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur @disbudparjatimprov, ajang penghargaan bergengsi ini awalnya diikuti oleh 198 kandidat dari seluruh pelosok Indonesia. Setelah melalui proses seleksi ketat oleh Dewan Juri, kini telah terpilih 50 besar kandidat terbaik, di mana 13 di antaranya merupakan perwakilan dari Jawa Timur.
Dedikasi 13 nama ini diapresiasi tinggi karena tidak hanya mengembangkan pariwisata, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar mereka. Disbudpar Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan apresiasi kepada para penggerak pariwisata ini agar terus berkontribusi bagi kemajuan pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Timur.
Berikut adalah daftar lengkap 13 pejuang pariwisata Jawa Timur yang masuk 50 besar Wonderful Indonesia Award 2026, dikelompokkan berdasarkan kategori:
Kategori Inovator Berbasis Konservasi & Budaya
1. Abd. Aziz (Banyuwangi): Pendampingan 84 Pokdarwis demi pariwisata berkelanjutan.
2. Abd. Azis (Probolinggo): Restorasi mandiri mangrove di Pantai Duta sejak 2006.
3. David Kristian Susilo (Jember): Internasionalisasi Jember Fashion Carnaval (JFC) dan ekonomi kreatif.
4. Lia Putrinda A. M. (Malang): Perlindungan ekosistem CMC Tiga Warna oleh masyarakat pesisir.
5. Moch. Soleh Adi Pramono (Malang): Pelestarian Wayang Topeng Malang bagi generasi muda.
Kategori Penggerak Ekowisata, Edukasi & Literasi Desa
6. Hendro Supeno (Banyuwangi): Rehabilitasi 150.000+ mangrove di Ekowisata Wringinputih.
7. Heri Mujiono (Malang): Inovasi ethno tourism di Ampelgading, dari kebun hingga dapur.
8. Kariadi (Pasuruan): Pemaduan adat Tengger dan konservasi alam di Tosari Sanja Desa.
9. Mastuki (Sampang): Pemulihan pesisir utara melalui Pantai Lon Malang.
10. Mila Kurniawati (Kota Malang): Pengelolaan Kampoeng Heritage Kajoetangan berbasis komunitas.
11. Paul Sastro Sendjojo (Kota Batu): Pengembangan Jatim Park Group dengan konsep edukasi wisata (edutainment).
12. Widie Nurmahmudy (Banyuwangi): Literasi dan kerajinan bambu di Kampoeng Batara, Kampung Papring.
13. Andi Afriansyah (Malang): Promosi wisata melalui gerakan ribuan kreator visual Instanusantara.

