PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

KERACUNAN MBG KAMBUH, 45 SANTRI SIDOARJO KEMBALI MASUK RUMAH SAKIT

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiSelasa, 8 September 2026 | 10:51 WIB129 kali dibaca

SIDOARJO,(pojoktv.com)- Kasus keracunan makanan berulang kembali menimpa Ponpes Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin. Sebanyak 45 santri harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah kembali mengeluhkan mual, muntah, diare, dan lemas.

​Humas RSUD Notopuro Sidoarjo, Risky Maulana, menyampaikan bahwa sebanyak 33 santri tiba di rumah sakit selepas waktu Isya. Dari jumlah tersebut, 31 pasien sudah diperbolehkan pulang pagi ini. Sementara dua pasien lainnya masih harus menjalani perawatan intensif karena kondisi fisiknya masih lemas.

​"Keluhan yang dialami pasien relatif sama, yaitu mual, muntah, diare, dan lemas," ujar Risky, Senin (8/9).

​Risky menjelaskan, sebagian besar santri yang dirujuk merupakan pasien lama yang sempat dirawat dan diperbolehkan pulang. Namun, mereka harus kembali ke rumah sakit karena gejala keracunan tersebut kambuh. Kondisi lambung yang masih sensitif pascakeracunan menjadi pemicu utamanya.

​"Daya tahan tubuh serta respons terhadap obat-obatan pada tiap orang berbeda-beda. Untuk kondisi lambung korban, apakah ada luka atau tidak, kami belum bisa memastikan karena kejadian keracunannya sudah berlalu satu minggu," tambahnya.

​Selain 33 santri yang dirawat di RSUD Notopuro, sebanyak 12 santri lainnya mendapatkan penanganan medis di RSI Siti Hajar Sidoarjo.

​Salah satu santri korban keracunan, Aisyah Nurin Nudzila, mengaku trauma untuk kembali mengonsumsi santapan MBG. Sebelumnya, ia menyantap hidangan soto ayam dan roti. Kini, ia bahkan merasa takut saat hendak memakan telur karena teringat rasa mual dan muntah yang dialaminya.

​Orang tua Aisyah, Sofa, secara tegas melarang anaknya kembali mengonsumsi MBG. Ia khawatir kejadian serupa terulang dan mengganggu kesehatan anaknya yang kini duduk di kelas 9. Sofa juga bersyukur pihak pengelola pondok pesantren mengambil langkah tegas untuk menolak pembagian MBG berikutnya.

​"Pasti trauma. Kemarin pas adiknya dapat makanan itu juga nggak mau makan," kata Sofa.

​Sofa berharap anaknya bisa segera pulih sepenuhnya. "Setelah keluar dari rumah sakit, rencananya mau saya bawa pulang dulu ke Jombang," pungkasnya.