PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

KEBAKARAN KMP MUTIARA SANTOSA II,DUA KORBAN PENUMPANG MASIH DALAM PENCARIAN

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiSelasa, 4 Agustus 2026 | 06:14 WIB170 kali dibaca

Kebakaran KMP Mutiara Santosa II,Basarnas Sisir Perairan Sumenep, 2 Orang Masih Dalam Pencarian

SURABAYA, POJOKTV.COM – Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Kelas A Surabaya kembali memperketat operasi pencarian dan pertolongan pasca-insiden kebakaran KMP Mutiara Santosa II di perairan utara Sumenep. Hingga Senin (3/8), tercatat masih ada dua orang penumpang yang belum ditemukan.

​Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengonfirmasi bahwa data manifest penumpang sempat mengalami kesimpangsiuran dari laporan awal pihak pemilik kapal.

​"Data ini bersifat dinamis. Awalnya dilaporkan ada 286 orang, namun setelah verifikasi ketat, terungkap ada 31 kendaraan yang batal diangkut. Artinya sekitar 50 orang tetap berada di darat, sehingga total penumpang riil di atas kapal adalah 236 orang," ujar Nanang dalam keterangannya, Senin (3/8).

​Dari total 236 orang tersebut, sebanyak 234 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kini, fokus operasi tertuju pada dua korban yang masih hilang.

Penyisiran Laut dan Skema Evakuasi Lanjutan

​Guna mengoptimalkan proses penyisiran, Basarnas kembali mengerahkan alutsista KN SAR Permadi dari Pelabuhan Kalianget menuju titik koordinat kejadian. Tim menduga kedua korban masih berada di sekitar lokasi perairan tempat kapal terbakar.

​Di sisi lain, proses pemindahan puluhan korban selamat terus berlangsung secara bertahap. Sebanyak 57 orang yang sempat dievakuasi ke kapal TB Hasnur 26 kini dipindahkan ke KM Masalembo.

​Para korban selanjutnya akan diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis dan penanganan trauma lebih lanjut.

​"Kami terus berkoordinasi dan mencocokkan data akhir. Harapannya seluruh korban dapat segera ditemukan," pungkas Nanang.