DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SIDOARJO PASTIKAN KETIGA KAKAK BERADIK BISA SEKOLAH SECARA GRATIS

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
SIDOARJO,POJOKTV.COM - Ketua Komisi D DPRD, Muchamad Dhamroni Chudlori, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd., didampingi Kepala Bidang (Kabid) Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo Dr. Lilik Sulistyowati, S.Pd., M.Pd. dan Kepala Desa Gelang Dedy Dwi Nugroho mendatangi langsung rumah keluarga tersebut pada Kamis (6/8).
Netti menjelaskan, anak pertama, Mochamad Ageng Aji Segara Samudra (15), yang sebelumnya putus sekolah saat akan naik ke kelas IX karena menunggak SPP di sekolah swasta, akan dipindahkan ke SMP Negeri 1 Tulangan.
"Besok sudah bisa langsung masuk sekolah. Kami juga berkoordinasi dengan pihak sekolah agar kebutuhan perlengkapan sekolah dapat dipenuhi melalui dana BOSDA," ujar Netti, Kamis (6/8).
Sementara adiknya, Muhamad Anjangsana Pandawa Kalimasada (5), yang sempat tidak didaftarkan ke taman kanak-kanak karena keterbatasan biaya, dipastikan diterima di TK Dharma Wanita. Seluruh kebutuhan sekolah, termasuk seragam, akan difasilitasi.
Sedangkan anak ketiga, Mochamad Agung Kharisma Samudra (9), yang telah diterima di SD Negeri Gelang 2, juga akan memperoleh bantuan seragam dan perlengkapan sekolah melalui dana BOSDA setelah administrasinya dilengkapi.
Netti menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen tidak membiarkan ada anak yang gagal mengenyam pendidikan hanya karena persoalan ekonomi.
"Ini menjadi perhatian Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Jangan sampai ada anak di Sidoarjo yang tidak sekolah karena faktor ekonomi. Pemerintah memiliki berbagai skema bantuan, mulai Program Indonesia Pintar (PIP), beasiswa, dukungan Baznas, hingga pemanfaatan dana BOSDA untuk membantu kebutuhan perlengkapan sekolah," jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai jalan memutus rantai kemiskinan. Ia mewanti-wanti jangan sampai orang tua mewariskan kemiskinan kepada anak-anak.
"Apapun kondisi orang tua, yang harus diwariskan adalah pendidikan, karena pendidikan yang mampu mengubah kehidupan mereka," tegasnya.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Moch. Dhamroni Chudlori, mengapresiasi respons cepat Dikbud dalam menangani persoalan tersebut.
"Begitu menerima informasi, langsung ditindaklanjuti. Besok anak ini sudah bisa kembali bersekolah. Saya berharap langkah seperti ini juga dilakukan seluruh OPD, tidak perlu menunggu persoalan menjadi viral baru bergerak," katanya.
Dhamroni juga memastikan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Baznas apabila keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan lain. Berdasarkan data pemerintah desa, keluarga itu masuk kategori desil tiga atau keluarga tidak mampu.

