BGN TEGASKAN SPPG SIDOARJO DISUSPEND, TIM PUSAT TURUN TANGAN USUT KERACUNAN MBG

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

SPPG Disuspend, BGN Lakukan Investigasi Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo
SIDOARJO (pojoktv.com) — Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menyatakan bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyuplai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, resmi dihentikan sementara (disuspend). Tindakan ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri.
Teguh menjelaskan, tim BGN Provinsi Jawa Timur bersama Koordinator Wilayah BGN Sidoarjo telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi awal. Hasil temuan lapangan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada pimpinan BGN Pusat.
"Per tadi pagi surat suspend untuk dapur ini sudah diterbitkan. Jadi, untuk sementara waktu dapur tersebut tidak beroperasi," ujar Teguh.
Ia menambahkan, penghentian operasional ini bersifat sementara sembari menunggu tim BGN Pusat yang dijadwalkan tiba di Sidoarjo untuk melakukan investigasi lanjutan. Pemeriksaan mendalam tersebut akan menentukan tingkat pelanggaran serta sanksi definitif bagi SPPG yang bersangkutan.
"Tim pusat datang hari ini untuk investigasi lanjutan guna menentukan apakah kategori suspensinya masuk kriteria ringan atau berat," tuturnya.
Terkait penyebab utama keracunan, BGN masih menunggu hasil evaluasi medis dan uji laboratorium. Pada hari kejadian, menu MBG yang dibagikan meliputi nasi, telur, dan tumis sayur. Teguh juga mengklarifikasi isu viral di media sosial yang menyebutkan adanya kandungan belatung pada makanan tersebut.
"Proses investigasi dan evaluasi masih berjalan. Menu kemarin terdiri dari nasi, telur, dan tumis sayur. Mengenai kabar di media sosial soal adanya belatung, hasil pemeriksaan awal kami dipastikan tidak ada," tegasnya.
SPPG Kalitengah diketahui menyalurkan jatah makanan MBG ke sedikitnya 19 satuan pendidikan, yang mencakup dua pondok pesantren serta sejumlah sekolah umum dan TK swasta. Khusus untuk lingkungan pesantren, SPPG menyuplai sekitar 1.000 porsi makanan setiap harinya.
Saat ini BGN terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo dan pihak rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi para korban. Ke depan, pengawasan terhadap seluruh dapur penyedia MBG akan diperketat, termasuk evaluasi ulang atas izin operasional dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

