PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

116 SANTRI MANBA'UL HIKAM KEMBALI DILARIKAN KE RUMAH SAKIT PASCA-KERACUNAN MAKANAN MBG

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiRabu, 9 September 2026 | 09:11 WIB92 kali dibaca

SIDOARJO (pojoktv.com) - Penanganan insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, terus memasuki babak baru. Kepastian bahwa kasus awal dipicu oleh jatah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menyisakan fokus penanganan baru, setelah sekitar 116 santri dilaporkan harus kembali dilarikan ke rumah sakit akibat mengeluhkan sakit perut dan diare berulang.

​Atas munculnya gejala susulan tersebut, Satgas MBG, Polresta Sidoarjo, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat untuk menelusuri penyebab pasti kembalinya para santri ke fasilitas kesehatan.

​Plt Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Satgas SPPG Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Ainur Rahman, mengonfirmasi bahwa hasil uji laboratorium sampel awal telah diserahkan kepada Bupati Sidoarjo serta jajaran kepolisian untuk melengkapi uji forensik yang diproses sejak beberapa hari lalu.

​"Hasil lab awal sudah keluar dan dilaporkan ke Pak Bupati serta kami koordinasikan dengan Pak Kapolres sebagai bukti pendukung. Namun terkait teknis medis dan gelombang pasien yang kembali ini, tim teknis yang akan terus melakukan evaluasi mendalam," ujar Ainur Rahman.

​Meskipun pengujian laboratorium mengidentifikasi beberapa sampel positif dan negatif, pemkab kini menyoroti ketat kelayakan fasilitas penyedia. Dari total evaluasi di lapangan, ditemukan 21 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sidoarjo belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemkab telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar unit yang belum memiliki SLHS dibekukan operasionalnya sementara waktu.

​Di sisi lain, akibat penutupan SPPG Kalitengah yang sebelumnya menyuplai pesantren tersebut, BGN tengah berupaya mencari dapur penyedia pengganti untuk memenuhi kebutuhan pasokan 2.800 penerima manfaat di 18 sekolah wilayah Tanggulangin. Sebelum penyedia baru ditetapkan, pengiriman MBG ke 18 sekolah tersebut masih dalam status dihentikan sementara (hold).

​Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Laksmi Herawati, menyampaikan bahwa investigasi mengenai penyebab puluhan hingga seratusan santri yang kembali dirawat di RSUD RT Notopuro dan RSI Siti Hajar masih berlangsung intensif hingga pekan ini.

​"Kami masih melakukan observasi lebih lanjut mengenai keluhan susulan ini. Kemungkinan pemicunya sangat dinamis, bisa dari kondisi daya tahan tubuh pasien yang belum pulih total, tingkat kepatuhan mengonsumsi obat rawat jalan, hingga faktor sanitasi lingkungan serta ketersediaan air baku di area pondok," terang dr. Laksmi.

​Satgas MBG bersama Dinkes dan Kepolisian menegaskan investigasi akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penanganan medis para santri berjalan tuntas sekaligus menjamin keamanan sanitasi lingkungan pesantren.